Monday, June 28, 2021

Kisah imam junaid...ahli gusti

 DARI SEORANG PENGGUSTI TERUS MENJADI WALI…


Di Irak, ada seorang penggusti terkenal dan sangat handal. Namanya Abu Qasim. Tak seorang pun yang dapat mengalahkan Abu Qasim, sehingga ia kesulitan mencari lawan tandingnya.


Suatu hari, sang Raja mengadakan acara perlawanan gusti dengan dihadiahkan sebanyak 1000 dinar bagi pemenang yang boleh menandingi sejurus mengalahkan Abu Qasim. Seorang anak remaja, mendaftarkan dirinya sebagai pelawan bagi menantang Abu Qasim.


Pada hari perlawanan tersebut, Abu Qasim dengan gagahnya dialukan-alukan oleh peminatnya. Abu Qasim maju ke arena gelanggang. Tak disangkakan ketika berpelukan bagi memulai perlawanan, anak remaja berbisik:


"Wahai Abu Qasim, aku tahu engkau seorang penggusti yang tidak pernah dikalahkan. Tapi kali ini mengalahlah demi keadaanku?"


"Apa maksudmu?" tanya Abu Qasim keheranan.


"Begini, aku adalah seorang dzurriyat (keturunan) Rasulullah ﷺ. Aku adalah pelajar yang ingin melanjutkan pengajianku namun padaku tidak mempunyai perbelanjaan yang secukupnya, begitu aku mendengar ada pertandingan yang dijanjikan hadiah besar dari sang Raja, aku nekat menyertainya hanya kerana kelanjutan pelajaranku. Aku memohon, agar engkau sudi mengalah untukku kali ini saja!"


Mendengar penuturan tulus itu, Abu Qasim tersentuh. Kecintaannya yang besar terhadap  Rasulullah ﷺ  mengalahkan rasa ego dan reputasi kariernya yang bersinar cemerlang.


"Baiklah, aku akan mengalah, demi cintaku pada datukmu!" sahut Abu Qasim.


Pertandingan dimulai, baru dipusingan pertama, Abu Qasim penggusti terkenal itu menjatuhkan dirinya menyerah kalah. Semua penonton keheranan. Bagaimana penggusti yg tidak pernah dikalahkan bertarung dengan anak remaja yang tampak tidak seberapa besar badanya? 


Akhirnya, hadiah itu diserahkan pada seorang sayyid (Anak remaja) itu demi menanggung kelanjutan pelajarannya.


Hingga sang Raja pun merasa hairan tidak percaya apa yang dilihatnya. Sang Raja memanggil Abu Qasim dan menanyakan perihal kekalahannya. Abu Qasim menjawab, "Aku memang sengaja mengalah demi cintaku terhadap datuknya!"


Pada malam harinya, Abu Qasim bermimpi bertemu dengan Rasulullah ﷺ. Dalam mimpinya, Rasulullah ﷺ mendekap dan mencium Abu Qasim seraya berkata:


"Abu Qasim, lantaran engkau telah menolong cucuku, aku mencintaimu dan Allah pun mencintaimu. Sejak malam ini, Allah angkat derajatmu menjadi wali-Nya, waliyun min auliaillah, golongan para kekasih Allah."


Begitulah awal kisah seorang bernama Abu Qasim yang kemudian dikenal sebagai seorang wali dan sufi kenamaan dengan sebutan Imam Junaid al-Baghdadi . 


Semoga kisah ini menambah kecintaan kita kepada Rasulullah dan para ahlu bait keturunan Nabi ﷺ. Dalam satu hadis Nabi disebutkan: 


‎المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ 


"Seseorang (akan dikumpulkan) bersama orang yang dicintainya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Mas'ud)


—————————————

*Kisah ini diceritakan oleh guruku Al-Fadhil TG Ustaz Redzuan Raffi


*Semoga perkongsian ini memberi manfaat yg besar buat kita🤲🏻

No comments: