Friday, April 11, 2014


DETIK DETIK WAFATNYA NABI MUHAMMAD. SAW
.
PAGI itu, Rasulullah dengan suara terbatas-batas
memberikan petuah: “Wahai umatku, kita semua ada
dalam kekuasaan Allah dan Cinta Kasih-Nya. Maka
taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan
dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang
siapa yang mencintai Sunnahku berarti mencintai aku,
dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan
bersama-sama masuk surga bersama aku,".
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan
mata Rasullah yang teduh menatap sahabatnya
satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan
berkaca-kaca. Umar dadanya naik turun menahan
nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas
panjang dan Ali menundukan kepalanya dalam-
dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah
tiba “Rasulullah akan meninggalkan kita
semua,” desah hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan
tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan
Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang
limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh
sahabat yang hadir di sana sepertinya tengah
menahan detik-detik berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah
masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah
sedang terbaring lemah dengan keningnya yang
berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang
menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu
terdengar seseorang yang berseru mengucapkan
salam.
“Assalaamu’alaikum… .Bolehkah saya
masuk ?” tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengijinkannya
masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata
Fatimah yang membalikkan badan dan menutup
pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya
yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya
kepada Fatimah.
“Siapakah itu, wahai anakku?”
“Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku
melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu Rasulullah
menatap putrinya itu dengan pandangan yang
menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah
hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan
sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di
dunia. dialah Malaikat Maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan tangisnya.
Malaikat Maut datang menghampiri, tapi
Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut
menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang
sebelumnya sudah bersiap diatas langit untuk
menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia
ini. (sepertinya Malaikat Jibril Tidak Sanggup
melihat Rasulullah dicabut nyawanya)
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?”
Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah
menanti Ruhmu, semua pintu Surga terbuka lebar
menanti kedatanganmu” kata Jibril. Tapi itu semua
ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya
masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, Ya
Rasulullah?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah
mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan
surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah
berada didalamnya’,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail
melakukan tugas. Perlahan Ruh Rasulullah ditarik.
Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah
peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,” ujar
Rasulullah mengaduh lirih.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan
muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga kaupalingkan
wajahmu, wahai Jibril?” tanya Rasulullah pada
malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direngut
ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik
karena sakit yang tak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua
siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya
sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan
hendak membisikan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya.
“Peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah
diantaramu”
Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan,
sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan
tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai
kebiruan.
“Ummatii. ummatii. ummatii.”
“Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada tuhanmu
dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, maka
masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan
masuklah ke dalam jannah-Ku.”
‘Aisyah ra berkata: ”Maka jatuhlah tangan
Rasulullah, dan kepala beliau menjadi berat di atas
dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau
telah wafat.”
Dia berkata: ”Aku tidak tahu apa yg harus aku
lakukan, tidak ada yg kuperbuat selain keluar dari
kamarku menuju masjid, yg disana ada para
sahabat, dan kukatakan:
”Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat,
Rasulullah telah wafat.”
Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid,
karena beratnya kabar tersebut, ‘Ustman bin Affan
seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kiri
dan ke kanan.
Adapun Umar bin Khathab berkata: ”Jika ada
seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah
Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan
kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya
pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa
pergi untuk menemui Rabb-Nya. ”
Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar,
dia masuk kepada Rasulullah, memeluk beliau dan
berkata: ”Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai
bapakku.”
Kemudian dia mencium Rasulullah dan
berkata: ”Anda mulia dalam hidup dan dalam
keadaan mati.”
Keluarlah Abu Bakar ra menemui orang-orang dan
berkata: ”Barangsiapa menyembah Muhammad,
maka Muhammad sekarang telah wafat, dan
barangsiapa yang menyembah Allah, maka
sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan
mati.”
‘Aisyah berkata: “Maka akupun keluar dan menangis,
aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku
menangis sendiri.”
Inna lillahi wainna ilaihi raji’un , telah berpulang ke
rahmat Allah manusia yang paling mulia, manusia
yang paling kita cintai pada waktu dhuha ketika
memanas di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H tepat
pada usia 63 tahun lebih 4 hari. Shalawat dan
salam selalu tercurah untuk Nabi tercinta
Rasulullah.
Allahumma shali'alla sayyidina wa mawlana
Muhammad....

Monday, March 10, 2014

SEJARAH KAUM AHLUS SUNNAH WALJAMA'AH (ASWAJA)

Rasulullah saw. Wafat tanggal 2 rabi'ul awal tahun 11 hijriyah, bertepatan dengan 8 juni 632 M. Pada hari wafat beliau kaum Ansar berkumpul disatu tempat bernama SAFIQAH BANI SA'IDAH untuk mencari khalifah pengganti Rasulullah saw. Kaum Ansar dipimpin oleh Sa'ad bin Ubadah (ketua kaum Ansar dari kaum Khazraj). Mendengar hal ini kaum Muhajirin mendatangi tempat tersebut. Dipimpin oleh Abu Bakar Shiddiq. Dari hal keputusan rapat terpilihlah Abu Bakar sebagai khalifah pertama pengganti Rasulullah. Ummat pada masa ini belum terpecah pecah masih bersatu. Pada tahun ke 30 Hijriyah timbullah paham Syi'ah yang dicetus oleh Abdullah bin Saba' yang beroposisi dengan khalifah Usman bin Affan. Ia adalah seorang yahudi yang masuk Islam berasal dari Yaman. Kemudian pada tahun 37 H timbullah paham Khawarij setelah peperangan Siffin antara pasukan Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abu Sofyan. Kaum ini keluar dari golongan Ali dan Muawiyah.

Kemudian pada permulaan abad ke II H timbullah kaum Mu'tazilah yang dipimpin oleh Washil bin Atha' (80 H-113) dan Umar bin Ubeid (wafat 145 H). Kemudian muncullah paham Qadariah dan Jabariah, di iringi dengan paham kaum Mujaisimah. Kemudian lahirlah paham Ibnu Taimiyah. Pada Abad ke III Hijriyah lahirlah kaum Ahlus Sunnah Waljama'ah yang dipelopori oleh Imam Abu Hasan 'Ali-Asy'ary (260 H-324 H) dan Abu Mansur Al-Maturidy (wafat 333 H). Abu Hasan Asy'ary awalnya adalah kaum Mu'tazilah yang berguru langsung kepada tokoh Mu'tazilah yang kebetulan ayah tirinya, bernama Abu 'Ali Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Jaba'i (wafat 303 H). Namun beliau menemukan keganjilan-keganjilan fatwa dari paham Mu'tazilah yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi, bertentangan dengan keyakinan Nabi dan para Shahabatnya.

Faham Mu'tazilah saat ini berkembang pesat karena di dukung oleh tiga orang Khalifah Abbasiyah yaitu Ma'mun bin Harun Ar-rasyid (227-232 H), Al-Mu'tashim (218 H - 227 H) dan Al-Watsiq (227-232 H). Setelah bertaubat dari kesalahannya pada suatu hari disebuah Masjid di Basrah beliau melepaskan paham Mu'tazilah dan membawa kepada kemurnian 'Aqidah yang sesuai dengan 'Aqidah Nabi dan para Shahabatnya, yang sesuai dengan Al-Qur'an dan hadits. Beliau mengarang 200 kitab yang berhubungan dengan Ushuluddin diantaranya Ibanah fi Ushuluddin, Maqalatul Islamiyyin, Al-Mu'jaz dan lainnya.

Kemudian 'Aqidah yang belum murnikan kembali terus turun temurun diwariskan kepada generasi kegenerasi, sehingga lahirlah Ulama Ulama besar yang menyebarkan pengajian pengajian Imam Asy'ary. Mereka adalah Imam Abu Bakar Al-Qaffal (wafat 365 H), Imam Abu Ishaq Al-Asfaraini (wafat 365 H), Imam Hafiz Al-Baihaqi (wafat 458 H), Imam Haramain Al-Juwaini (wafat 460 H), Imam Al-Qasim Al-Qusayri (wafat 465 H), Imam Al-Baqilani (wafat 403 H), Imam Al-Ghazali (wafat 505 H), Imam Fakhruddin Ar-razy (wafat 606 H), Imam Izzuddin bin Abdussalam (wafat 660 H).

Kemudian terus berabad-abad dipertahankan keyakinan ini oleh Ulama Ulama yang menulis kitab kitab terkenal seperti Imam Abdullah Syarqawi (wafat 1227 H) dengan kitab Syarqawinya, Ibrahim Bajuri (wafat 1272 H) dengan Tahqiqul Maqam fi kifayatil 'awam, Tuhfatul murid 'ala jauharad tauhid, Muhammad Nawawy Banten (wafat 1315 H) dengan Tijan Darrarinya, kitab kitab ini dipelajari disebagian besar dunia Islam, termasuk Indonesia. Khususnya Aceh paham ini disebarkan oleh Ulama besar Aceh seperti Syaikh Abdurrauf As-singkili, kemudian terus kegenerasi selanjutnya lahirlah Ulama besar Aceh seperti Syaikh. H. Hasan Krueng Kalee dan Syaikh Abuya Muda Waly Al-khalidy, kedua Ulama ini berperan besar mencetak atau melahirkan Ulama Ulama besar Aceh lainnya yang mempertahankan 'Aqidah Ahlus Sunnah Waljama'ah yang terus turun temurun hingga saat ini, baik yang sudah wafat sprti Aboen Abdul Aziz Samalanga, Abu Tanoh Mirah, Abon Tanjongan, Abuya Muhibbuddin Waly (putra pertama Abuya Muda Waly), Abuya Nasir Waly, Abuya Ruslan Waly, Abu Batee Lhee Lhoksukon, Abu Ishaq Ulee Titi, Abu Kruet Lintang, dan banyak lagi yang lainnya. maupun yang masih hidup seperti Abu Tumin Blang Blahdeh, Abuya Djamaluddin Waly, Abu Matang Perlak, hasil didikan Ulama Ulama besar ini melahirkan Ulama Ulama yang hari ini masih mempertahankan 'Aqidah Ahlus Sunnah Waljama'ah seperti Waled Hasanoel Bashry Samalanga, Abu Usman Ali Kuta Krueng, Abu Dawud Lhok Niboeng, Abu Paya Pasi, dan banyak lagi Ulama Ulama besar Aceh yang detik ini mereka tetap mempertahankan paham Ahlus Sunnah Waljama'ah, dengan mengajarkan kitab kitab karangan Ulama Ulama Ahlus Sunnah Waljama'ah.

Demikianlah adanya Ahlus Sunnah Waljama'ah. Semoga kita mengetahui sejarah dengan baik dan benar tidak dikaburkan oleh orang-orang yang mendakwakan dirinya Ahlus Sunnah Waljama'ah padahal mereka bukan Ahlus Sunnah. Sedangkan dalam ilmu Fiqih, Mazhab yang wajib di taklid adalah mazhab Imam Syafi'i, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali. Dengankan dalam tasawuf mengikuti Imam Junaid Al-Bughdady.

Tuesday, February 25, 2014

NASIHAT IMAM AS SYAFIE



Nasehat Imam asy-Syafi'i
Imam asy-Syafi'i rahimahullahu berkata:

إنّ الفقيهَ هو الفَقِيهُ بِفِعله
ليس الفقِيهُ بنطقه وَمَقاله

Orang pandai adalah Чαπƍ pandai dengan perbuatannya.
Bukan sekedar pandai dengan lisan dan perkataan.

و كذا الرئِيس هو الرئِيس بخلقه
ليس الرئِيس بقومه و رجاله

Dan pemimpin adalah Чαπƍ memimpin dengan sopan.
Bukan sekedar pemimpin bagi kaum dan orang bawahannya.

وَكذا الغنيّ هو الغنيّ بحاله
ليس الغنيّ بملكه و بمَاله
Juga orang kaya ialah Чαπƍ kaya dengan pengamalannya.
Bukan sekedar kaya dengan kekuasaan dan perbendaharaanya

(Diwan al-Imam asy-Syafi'i, Qafiyah al-Lam, cet. Darul Fikr, Th. 1409H- 1988M)

Wednesday, February 12, 2014

KAWAN KAWAN IBLIS DAN MUSUH MUSUHNYA

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”
” Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya :

“Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali:

“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. "

"Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. "

"Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya

“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

Cara Iblis Menggoda

“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”

“Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”

Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”

Allah berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).

“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 - 119)

juga membaca,
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)


Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.

Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat setidak-setidaknya membuat hidup ini lebih nyaman dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.

Wednesday, January 15, 2014

Benarkah Rasulullah Saw pernah mengatakan Semua Bid'ah Sesat ?cuma pemahaman wahabi yang hukum bagitu

Pemahaman "Semua perkara baru YG TIDAK PERNAH DILAKUKAN RASULULLAH ADALAH BID'AH dan Semua Bid'ah Sesat, jelas BUKAN SUNNAH RASULULLAH SAW, karena tidak pernah di ucapkan dan diajarkan oleh Rasulullah Saw. 
Pemahaman Semua Bid'ah Sesat adalah pemahaman baru alias Bid'ah yg dirintis oleh Syaikh Utsaimin bersama para pengikut syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Semua Bid'ah Sesat, bukan Sunnah Khulafaurrasyidin karena Rasulullah Saw tidak pernah mengatakan dan tidak pernah pula mencontohkannya.

i. Benarkah Rasulullah Saw pernah mengatakan Semua Bid'ah Sesat ?
Ternyata Rasulullah Saw tidak mengatakan semua bid'ah sesat, tetapi Rasulullah Saw bersabda: "KULLU MUHDATSATIN BID'AH, WAKULLU BID'ATIN DHALAALAH", yang terjemahannya "Setiap perkara baru yg tidak dipernah dikerjakana Rasulullah adalah bid'ah, dan setiap Bid'ah itu Sesat."
Kata setiap tidak selalu berarti semua dan di dalam kaedah ushul fiqih disebut 'Amm Makhshush (Lafazh umum yang dikhususkan). 

Bukankah Rasulullah Saw juga bersabda: 

""MAN SANNA FIL ISLAM SUNNATAN HASANATAN FALAHU AJRUHAA,.. " yang terjemahannya, "Barangsiapa merintis atau memulai perbuatan baik dalam Islam, maka baginya pahala dari perbuatan tsb,..".
(Hadits Riwayat Imam Muslim)

Menurut Imam Nawawi dalam kitab,"Syarh Shahih Muslim (6/154), hadits ini mentakhsis (mengkhususkan) hadits "KULLU BID"ATIN DHALAALA" sehingga sifatnya tidak lagi umum dan menyeluruh. Lebih lanjut imam Nawawi mengatakan, pendapatnya itu didukung oleh perkataan Umar bin Khththabtentang shalat taraweh berjamaah, "SEBAIK-BAIK BID'AH."

Disamping itu Rasulullah Saw juga bersabda : "MAN AHDATSA FII AMRINAA HADZA MAA LAISA MINHU FAHUWA RADDUN." yang terjemahannya, "Barangsiapa merinris perkara baru dalam syariat ini yang TIDAK SESUAI DENGANYA, maka ia tertolak." 
(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kedua hadits diatas menjelaskan bahwa Rasulullah Saw tidak mengatakan semua bid'ah atau perkara baru yg tidak dikerjakan Rasulullah adalah sesat, TETAPI RASULULLAH MENGATAKAN MERINTIS PERKARA BARU DI DALAM ISLAM (YG TIDAK PERNAH DILAKUKAN RASULULLAH), TIDAK TERTOLAK ASAL SESUAI DENGAN SYARIAT YG DIBAWA RASULULLAH, BAHKAN MENDAPAT IMBALAN PAHALA.

ii. Benarkah Rasulullah Saw pernah mencontohkan Semua Bid'ah Sesat ?

Ternyata Rasulullah Saw semasa hidup beliau tidak pernah mencontohkan semua perkara baru (yg tidak dikerjakan Rasulullah) disikapi beliau sebagai Bid'ah.
Bahkan banyak hadits yg menjelaskan sikap dan perilaku Rasulullah Saw yang terpuji di dalam menghadapi perkara baru (yang tidak dikerjakan Rasulullah), bukan MENCELA DAN MENGATAKANNYA SEBAGI BID'AH YG SESAT !

Simaklah hadits2 berikut ini:

1. Shalat Sunnah Wudhu.
Dari Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Nabi Saw bertanya kepada Bilal ketika shalat fajar, "HAI BILAL ! KEBAIKAN APA YANG PALING ENGKAU HARAPKAN PAHALANYA DALAM ISLAM ? KARENA AKU TELAH MENDENGAR SUARA SANDALMU DI SURGA ! 
Ia (Bilal) menjawab: "kebaikan yg paling aku harapkan pahalanya adalah AKU BELUM PERNAH WUDHU BAIK SIANG MAUPUN MALAM KECUALI AKU MELANJUTKANNYA DENGAN SHALAT SUNNAH DUA RAKAAT YG AKU TENTUKAN WAKTUNYA."

Dalam riwayat yg lain Rasulullah Saw bertanya kepada Bilal: 
"DENGAN APA ENGKAU MENDAHULUIKU KE SURGA ?". 
Ia (Bilal) menjawab: "Aku belum pernah adzan kecuali aku shalat sunnah dua rakaat setelahnya, dan aku belum pernah hadats kecuali aku berwudhu dan aku teruskan shalat sunnah dua rakaat karena Allah."
Nabi Saw bersabda: "DENGAN MELAKUKAN DUA KEBAIKAN ITU KAMU MERAIH DERAJAT ITU."

(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

2. Bacaan Iftitah.

Diriwayatkan Ibnu Umar bahwa, Umar ra berkata, "Ada seorang laki-laki datang pada saat shalat berjamaah di dirikan. Setelah sampai di shaft laki-laki itu berkata : "ALLAHU AKBAR KABIRAN WALHAMDULILLAHI KATSIRAN WASUBHANALLAHI BUKRATAN WA ASHILA,"
Setelah Nabi Saw selesai, beiau bertanya: 
"SIAPAKAH YANG MENGUCAPKAN KALIMAT TADI ?"
Laki-laki itu menjawab: "Aku, Ya Rasulullah. Demi Allah, AKU HANYA BERMAKSUD BAIK DENGAN KALIMAT ITU."
Beliau Saw bersabda: "sungguh aku telah melihat pintu-pintu langit terbuka menyembut kalimat itu."
Ibnu Umar berkata: "Aku belum pernah meninggalkannya semenjak mendengarkannya."

(Hadits Riwayat Imam Muslim)

Ada beberapa hadits lainnya yg menjelaskan sikap dan perilaku Rasulullah Saw yg MEMUJI BUKAN MENCELA ATAU MEMBID'AHKAN perbuatan kaum muslimin yg merintis perkara2 baru yg tidak pernah dilakukan Rasulullah Saw, seperti hadits tentang bacaan i'tidal, ijtihad dan sebagainya.

Dengan penjelasan ini jelaslah bahwa, " Keyakinan dan pemahaman "Semua perkara baru (YG TIDAK PERNAH DILAKUKAN RASULULLAH) adalah BID'AH, keliru dan tidak dilandasi dalil2 yang kuat,serta perbuatan bertaklid kepada perkataan dan pendapat ulama semata.
Bukankah Kulafaurrasyidin juga meyakini perbuatan mereka mengumpulkan Qur'an dan Shalat taraweh berjamaah adalah Bid'ah yang baik alias Bid'ah Hasanah ? Mereka tidak mengatakan Semua Perkara Baru (Bid'ah) Sesat !
Bukankah Rasulullah Saw telah bersabda: "SESUNGGUHNYA ALLAH MENENPATKAN KEBENARAN PADA LISAN DAN HATI UMAR " ?

Meyakini dan berdakwah dengan keyakinan Semua Bid'ah Sesat apalagi dengan MENCELA, MEMBID'AHKAN dan MENSYIRIKKAN kaum muslimin yang mengamalkan perkara baru yang tidak pernah dilakukan Rasulullah Saw (tetapi sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya) , jelas BUKAN SUNNAH RASULULLAH SAW.

Dengan demikian perbuatan MENCELA, MEMBID'AHKAN DAN MENSYIRIKKAN perbuatan baik seperti MEMPERINGATI MAULID, TAHLILAN, YASINAN DAN TAWASSUL KE MAKAM RASULULLAH SAW adalah perbuatan BID'AH yang Sesat dan menyesatkan. 

Semoga Allah Swt memberi hidayah dan petunjuk-Nya kepada kita semua, aamiin.

Monday, January 13, 2014

Selamat Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad Saw (12 Rabi'ul-Awwal 1435 H)...

Selamat Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad Saw (12 Rabi'ul-Awwal 1435 H)...

ما من بيت أو مسجد أو محلة قرئ فيه مولد النبي - صلى الله عليه وسلم - هلا حفت الملائكة بأهل ذلك المكان وعمهم الله بالرحمة والمطوقون بالنور - يعني جبريل وميكائل وإسرافيل وقربائيل وعينائيل والصافون والحافون والكروبيون - فإنهم يصلون على ما كان سببا لقراءة مولد النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: وما من مسلم قرئ في بيته مولد النبي - صلى الله عليه وسلم - إلا رفع الله تعالى القحط والوباء والحرق.

"Imam Jalaluddin al-Suyuthi berkata dalam kitabnya, "al-Wasail fi Syarh al-Syamail", : "Setiap rumah atau mesjid atau kawasan yang dibacakan Maulid Nabi Muhammad Saw, maka pasti orang-orang di tempat tersebut dinaungi oleh para Malaikat dan Allah Swt akan melimpahi mereka dengan rahmat dan dikunjungi malaikat pembawa cahaya...".

من صلى علي صلاة واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحطت عنه عشر خطيئات ورفعت له عشر درجات

"Nabi Muhammad Saw bersabda : "Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku satu kali, maka Allah Swt akan bershalawat kepadanya sepuluh kali dan menghapus darinya sepuluh keburukan dan mengangkat ketinggiannya sepuluh derajat". (HR. Imam al-Nasai)

Marilah kita menghadiri Majelis-Majelis Maulid Nabi Muhammad Saw dan membaca Kitab-Kitab Dzikir Maulid dengan menghadirkan rasa khusyu' dan mempertautkan hati kita dengan Baginda Nabi Saw seakan-akan sedang duduk bersama-sama Beliau Saw dengan para Shahabatnya dan para aulia`-Nya yang disaksikan oleh Allah Swt serta para malaikat-Nya.
BERSYUKUR ATAS LAHIRNYA RASULULLAH

Kalau kita diperintahkan untuk bersyukur atas nikmat yang kita terima, lalu nikmat mana yang lebih besar melebihi nikmat kelahiran Nabi pembawa rahmat?

Allah telah berfirman,

لقد من الله على المؤمنين إذ بعث فيهم رسولا من أنفسهم

"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri." (QS. Ali Imran 164)

Sungguh keliru jika ada orang mengatakan,
Mengapa engkau bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad?

 Pencetus Maulid adalah Rasulullah sendiri.
Allah.SWT pun mengabarkan keutamaan Kelahiran Rasulullah itu, dimana Sejak jauh2 hari Allah.SWT sudah memberikan khabar gembira akan kelahiran/kedatangan Rasululllah yang sudah sangat ditunggu-tunggu. Sebagai 
mana Firman Allah.SWT:

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" (Qs.Ash Shaff:6)

Rasulullah pun memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa di hari senin.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya mengenai puasa pada hari senin, beliau menjawab: "Itu adalah hari ketika aku dilahirkan... (HR.Muslim)

 Kisah Malaikat Yang Dipatahkan Sayapnya Karena Tidak Berdiri Menyambut Rasulullah SAW

Sesungguhnya Malaikat Jibril AS datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Ya Rasulullah SAW, aku telah melihat seorang malaikat di langit berada di atas singsananya
. Disekitarnya terdapat 70.000 malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat. Dan sekarang ini kulihat malaikat itu berada di atas Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah sedang menangis.

Ketika dia melihatku, dia berkata, “Adakah engkau mau menolongku?” Aku berkata, “Apa salahmu?” Dia berkata, “Ketika aku berada di atas singsana pada malam Mi’raj, lewatlah padaku Muhammad Kekasih Allah. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dengan hukuman ini, serta menempatkanku di sini seperti yang kau lihat.” Malaikat Jibril berikata, “Seraya aku merendah diri di hadapan Allah SWT, aku memberinya pertolongan.” Maka Allah SWT berfirman, “Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas Kekasih-Ku Muhammad SW.” Malaikat Jibril berkata lagi, “Kemudian malaikat itu membaca shalawat kepadamu dan Allah SWT mengampuninya serta menumbuhkan kedua sayapnya, lalu menempatkannya lagi di atas singsananya.”

Fahamilah…Dengan ini kita dapat mengerti akan betapa keagungan shalawat, dan betapa pentingnya kita berdiri untuk menyambut dan menghormati saat Mahlul Qiyam atas kedatangan Rasulullah SAW dan para Ahlubait serta pewaris-pewarisnya..

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab XIX,halaman 143,karangan Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Ath Thurthusy.Barakallah...

WARNING:waktu tamat bacaan rawi,,maka kita bangun marhaban sebagai menyambut kedatangan baginda,,walaupun cuma dengan niat mengharap rohani Rasul menghadiri,,aminnn

Siapa saja yang rindu kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, maka Allah Swt dan Rasul Saw juga sangat merindukannya...

TAK MELAYU HILANG DI DUNIA
Warisan Laksamana Hang Tuah
Wasiat buat anak-cucu yang bertuah.


LAKSAMANA TUN TUAH
(Hang Tuah bin. Hang Mahmud x Dang Merdu)

PELUKIS 2D : -SAUDARA MOHD.SALLEH AL-DAWAMI (Salleh Dawam.Langkawi)
SUMBER 3D :- TUGU DIMUZIUM NEGARA (K.Lumpur)
Batang tubuhnya diberi nama Hang Tuah Oleh Ayahandanya Hang Mahmud dan ibunya Dang Merdu. Dilahirkan di Kampung Sungai Duyung, Negeri Melaka. Semasa kecil lagi Hang Tuah telah dibawa oleh kedua ibubapanya berpindah ke Bentan, Kepulauan Riau

Tercatat dalam hikayat. Pada suatu malam Hang Mahmud mendapat alamat melalui mimpi bahawa ; Bulan turun dari langit, mengambang penuh cahayanya di atas kepala Hang Tuah putera tunggalnya itu, setelah terjaga Hang Mahmud pun segera mengangkat Hang Tuah dan mencium ubun kepalanya serta seluruh tubuhnya. Keesokan hari segala mimpinya itu diceritakan kepada isterinya Dang Merdu dan Hang Tuah, Dengan penuh syukur Dang Merdu segera melangiri (memandi) kan Hang Tuah kemudian diperlengkapkan dengan sandang (pakaian) serba putih, kain, baju, destar, direnjis pula dengan air mawar dan sari wangi-wangian.

Setelah itu diberi makan nasi kunyit berlaukkan telur ayam. Orang tua-tua, lebai dan alim dari kampong turut dijemput untuk tahlil kepada para arwah dan membacakan do’a selamat. Bermula dari peristiwa itulah maka persiapandibuat untuk berpindah ke Bentan dengan bertujuan mencari penghidupan keluarga disamping mencari Mualim untuk Hang Tuah berguru.

Dengan sebuah lading yang diperlengkapkan maka belayarlah Hang Mahmud tiga beranak menuju ke Bentan. Sampai di Bentan Hang Mahmud pun membina sebuah rumah berhampiran Kampung Bendahara Paduka Raja Melaka bersuaka (menetap) di situ. Kediamannya juga dijadikan kedai untuk urusan berjual makanan disamping berjual kayu api.

Di situlah Hang Tuah membesar. Belajar mengaji Al-Qur’an dan ilmu Nahu dari seorang lebai hingga khatam (tamat). Kecenderungan Hang Tuah untuk belajar sangat terserlah sejak kanak-kanak lagi. Setelah itu Hang Tuah terus mangaji dan berguru dengan beberapa orang mualim, antaranya Lebai Keling, Labai Cina, Lebai Siam, dan termasuk juga Lebai Jawa untuk mengaji dalam masa yang sama belajar bahasa. Semasa meningkat remaja lagi Hang Tuah sudah mampu menguasai dua belas bahasa, Ketrampilan dan kebijaksanaannya sangat terserlah.

Semasa umurnya mencecah sepuluh tahun Hang Tuah bersahabat karib dengan rakan sebayanya. Hang Jebat anak Kak Dollah dan ibunya Dang Bawa, Hang Kasturi anak kepada Kak Mesamut dan ibunya Dang Sekanda, sementara yang ketiga Hang Lekir anak kepada Hang Mansur dan ibunya Dang Hebah, sahabat yang termuda Hang Lekiu bapanya bernama Hang Shamsu dan ibunya bernama Dang Seri.

Bakat kepahlawanan Hang Tuah lima sahabat itu mula dikesan oleh Tok Batim Penghulu Temasik (Singapura) bila mereka berlima dalam pelayaran ke Pulau Tinggi untuk berburu tiba-tiba diserang oleh angkatan lanun dengan kekuatan tiga perahu besar. Hang Tuah berlima sahabat berjaya mengalahkan lanun-lanun itu, ramai lah yang tewas dan lari, sepuluh orang berjaya ditawan dan dipersembahkan bersama Tok Batim Penghulu Singapura kepada Duli yang Dipertuan Bentan.

Setelah peristiwa itu Hang Tuah dan empat sahabatnya sering berdepan dengan ujian demi ujian namun dalam semua pertempuran Hang Tuah dan para sahabatnya smendapat kemenangan dan senantiasa pula mendapat anugerah dan pengiktirafan saada oleh Penghulu, Bendahara malah oleh Duli Yang Dipertuan.

Sebagai persiapan diri, Hang Tuah berlima sahabat itupun pergi berguru kepada Aria Putra di Bukit Pancalusa sehingga tamat dan kembali untuk menghambakan diri berkhidmat kepada Duli Yang Dipertuan. Sehingga pada suatu purnama bulan Muharram Hang Tuah lima sahabat serta pegawai dan pembesar dibawa oleh Duli Yang Dipertuan Raja Bentan berpindah ke Melaka sebagai pemerintah baru.

Setelah Raja Melaka Tuanku Shah Alam berhasrat menabalkan anak perempuan Baginda Puteri Gunung Ledang menjadi Raja Melaka menggantikannya seperti yang dizahir melalui titahnya “ Ayo Mamak Bandahara dan Laksamana, pada bicara kita, hendak rajakan anak kita yang perempuan ini akan ganti kita jadi Raja di negeri Melaka, kerana kitapun sudah tualah”. Maka Laksamana Tun Tuah pun menerima titah dan segera membuat persiapan untuk menyempurnakan istiadat.
Dalammusyawarah itu Tuanku Raja Melaka juga menamakan Tun Mat anak kepada Bendahara sebagai Bendahara Paduka Raja, sementara anak Temenggung, Tun Karim diberi gelaran Temenggung Seri Seroja dan anak Laksaman Tun Tuah bernama Tun Nadim dan Laksamana Tuan Tuah mengakhiri khidmatnya selama tiga zaman sebagai Laksamana kepada tiga warisan Raja Melaka bertakhta.

Ketika Melaka jatuh ke tangan Feringgi… Bendahara Tun Mat, Temenggung Tun Karim dan Laksamana Tun Nadim berundur Ke tanah hujung bernama Tanjung Johor dari situ belayar ke Bentan mengadap Sultan Ahmad. Di Bentan dengan bantuan Sultan Ahmad pembesar-pembesar itu pun menyusun langkah dengan titiah Sultan Ahmad kemudian kembali ke Tanjung Johor dan bernegeri di situ dengan nama Johor Darul Aman, maka disitulah dihimpunnya semua keturunan Melaka yang berpecah-pecah sebelum itu

Sejak usia 10 tahun Hang Tuah berbakti
Mencurah setia menghamba diri
Kepada Raja dan juga Negeri
Kerana Melaka nyawa diberi

Taat setia tiada batasan
Kepada watan kepada Sultan
Bijaksananya jelas kelihatan
Digeruni musuh dihormati taulan

Keseluruh dunia menjadi utusan
Kebanyak benua titah dilaksanakan
Dua belas bahasa mahir digunakan
Diterima mesra segenap kapitan dan bangsawan

Lahir di Bumi Duyung Melaka
Membesar di Bentan negeri beraja
Mengaji, berguru Quran dan bahasa
Memperlengkapkan ilmu akhirat dan dunia

Bermula di Melaka
Berakhir di Melaka
Hang Tuah digelar Laksamana
Hang Tuah hulubalang ternama


TAMING SARI
Keris pamor sakti dari Majapahit

Sebilah keris sakti asalnya milik “Penjurit Tua Tanah Majapahit” diperoleh oleh Laksamana Tun Tuah melalui ‘muslihat’ dalam satu pertempuran sengit antara keduanya di Istana Paduka Seri Betara Majapahit ketika mengiringi rombongan sultan Melaka untuk melangsungkan perkahwinan dengan Raden Galuh Emas Ayu Puteri Majapahit.

Setelah Laksamana Hang Tuah berjaya membunuh “Penjurit Tua” itu dengan Keris Taming Sari, maka Keris Taming Sari itupun segera dipersembahkan kepada Paduka Seri Betara, setelah diterima maka Paduka Seri Betara Majapahit pula bertitah “Adapun keris ini anugerah kitalah pada Kiai Tuah”. Diterima oleh Tun Tuah dan dicium sebelum disisipkan kebengkong dipinggangnya.

Selain itu Paduka Seri Betara Majapahit juga memberi gelar dan pusaka bumi kepada Tun Tuah setelah dititahkan. “Adapun Kiai Tuah ini kita gelar Laksamana. Maka anak sungai kita Jemaja ini anugerah kitalah kepada Laksamana . Putus datang kepada anak cucu Laksamana”.

Sultan Melaka yang sangat sukacita turut memberi restu dan menganugerahi sandang persalinan selengkapnya. Penyaksian kepada riwayat ini maka Taming Sari menjadi sandang dan pelengkap kepada Laksamana Hang Tuah sepanjang khidmatnya kepada Sultan Melaka selama tuga zaman ketuanan dan tiga raja bertakhta.

Walaupun suatu ketika terlepas ke tangan Hang Jebat ketika Laksamana Tun Tuah dijatuhi hukuman bunuh kerana fitnah. Tetapi sudah ditakdirkan Allah bahawa Taming Sari akan kembali juga kepada Tun Tuah maka Datuk Bendahara tidak melaksanakan hukuman bunuh sebaliknya menyerahkan Tun Tuah kepada Tuan Syeikh seorang mu’alim yang tinggal di dusun terletak di Bukit Jugara, disitulah Tun Tuah menyepi dan mengaji.

Ketika Hang Jebat ‘menderhaka’ kerana membela Tun Tuah yang menjadi mangsa fitnah. Laksamana Tun Tuah dititah kembali dengan keampunan Sultan. Maka berlakulah pertempuran dua saudara, akhirnya Hang Jebat tewas dan Keris Taming Sari ke tangan Laksama Hang Tuah.

Akibat peristiwa yang menyayat itu, sebelum Laksamana Hang Tuah pergi berkhalwat (bersunyi) seperti tercatat di dalam hikayat Tun Tuah telah melafazkan sumpah “selagi Keris Taming Sari ini tenggelam di Muara Sungai Duyung, selagi itulah hamba tidak akan zahir di negeri Melaka ini”. Namun demikian dipercayai bahawa sarung Keris Taming Sari itu dibawa pergi bersama menyepi oleh Laksamana Tun Tuah sehingga kehari ini

Demikianlah kisah mengikut sejarah
Keris Taming Sari yang sebilah
Asal diperolehi Seri Betara Anugerah
Kepada Hulubalang Laksama Tun Tuah

Muara Sungai Duyung menjadi saksi
Segala yang nyata dan yang tersembunyi
Bagai sesetianya langit dengan bumi
Segala terjadi atas kudrat-iradat Iilahi.

SUMPAH PENDEKAR

Tujuh petala bumi
Tujuh petala langit
Dari gunung ke lembah curam
Dari sungai ke lautan gelombang
Kembara adalah setia pada sumpah
Kemenyan dan setanggi penyeri kehadiran kita
Warisan berkurun Dato’ Laksamana

DI MANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG

Sumpah pendekar…
Pantang undur walau setapak
Pantang maut sebelum ajal
Pantang derhaka pada titah
Pantang keris dipinggang kalau tidak berani mati
Berdentum guruh di langit
Merkah bumi dipijak,

“PENDEKAR TAKKAN UNDUR SETAPAK”

Pulangkan pamor pada kerisnya
Pulangkan sireh pada gagangnya
Pulangkan mahkota pada tahtanya
Pulangkan cokmar pada laksaman
Pulangkan langkah pada gelanggang
Pulangkan sumpah pada pendekar
Pulangkan rohani pada jasmani
Pulangkan Bangsa pada Martabat
Sumpah bukan Cuma dibibir

“GENGGAM BARA API BIAR SAMPAI JADI ARANG”

Bumi warisan ini
“TANAH TUMPAH DARAH KITA”
Masih menuntut semangat yang belum tertunai
Pribumi bukan sekadar gelaran tanpa makna
Kita adalah anak watan
Darah yang mengalir di tubuh kita
Semerah darah si Jebat yang tumpah di bumi Melaka
Semerah darah Si Jebat yang terlekat di Taming Sari
Semerah darah Si Jebat yang tercalit di kening Si Tuah
Semerah darah Hang Nadim yang terhumban ke lautan Temasik
Dan kita masih di sini
Mendepani hari-hari yang semakin mencabar
Keutuhan tekat yang kental
Sumpah keramat seorang pendekar

“TAK MELAYU HILANG DI DUNIA”

(Khazanah) : Zahir Kewujudan KERIS TAMING SARI Pamor Sakti yang dianugerahkan kepada ‘‘ Kiai Tuah ’’ oleh Paduka Seri Bentara Majapahit. Hang Tuah yang bergelar LAKSAMANA TUN TUAH HULUBALANG MELAKA Memperoleh keris ini setelah berjaya menewaskan ‘‘ Taming Sari ’’ Penjurit Tua Tanah Majapahit Dan KERIS TAMING SARI telah menjadi milik Hang Tuah Dibawah kedaulatan D.Y.M.M. Raja Melaka PADUKA SERI SHAH ALAM.