Thursday, September 19, 2019

Kita tidak bermazhab...ilmu kita seluas iman Syafie kah dari timur ke barat

Perbedaan Pendapat Imam Madzhab

Perbedaan pendapat di antara imam Madzhab dalam satu masalah fiqh sangat
banyak, berikut ini diberikan beberapa contoh perbedaan tersebut.
a.    Mengusap kepala dalam wudlu
n  Imam Abu Hanifah, Malik dan Ahmad berpendapat satu kali,
n  Imam Syafi’i berpendapat tiga kali.

b.    Menyentuh Kemaluan setelah wudlu
n  Imam Abu Hanifah berpendapat tidak membatalkan wudlu secara mutlak.
n  Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat membatalkan wudlu secara mutlak.
n  Imam Ahmad berpendapat tidak wajib wudlu hanya disunahkan.

c.    Menyentuh wanita tanpa pembatas
n  Imam Syafi’i berpendapat batal wudlu secara mutlak.
n  Imam Abu Hanifah berpendapat tidak batal wudlu secara mutlak.
n  Imam Malik dan Ahmad berpendapat batal wudlu jika diiringi syahwat.

d.    Duduk dalam sholat
n  Imam Abu Hanifah: duduk iftirosy baik untuk tasyahud awal maupun
tasyahud akhir.
n  Imam Malik : duduk tawaruk baik untuk tasyahud awal maupun tasyahun
akhir.
n  Imam Syafi’i: duduk iftirosy untuk tasyahud awal dan duduk tawaruk
untuk tasyahud akhir.
n  Imam Ahmad: duduk iftirosy untuk shalat yang 2 rekaat, dan seperti
madzhab Syafi’i untuk sholat yang 3 atau 4 rekaat.

e.    Sholat jamaah bagi laki-laki
n  Imam Ahmad berpendapat fardlu ‘ain kecuali bila ada udzur.
n  Imam Syafi’i, Abu Hanifah, dan Malik berpendapat tidak fardlu ‘ain.

f.     Tentang Katak
n  Imam Malik mengatakan boleh dimakan.
n  Imam Ahmad mengatakan tidak boleh dimakan

g.    Tentang Kuda
n  Imam Syafi’i dan Ahmad mengatakan kuda itu halal.
n  Imam Malik mengatakan kuda itu makruh.
n  Imam Abu Hanifah mengatakan kuda itu haram.
Dan masih banyak lagi perbedahan perbedaan pendapat diantara imam
madzhab dalam masalah fiqh. Perbedaan pendapat diantara imam madzhab
tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :

1.    Adakalanya seorang Imam tidak mendapatkan sesuatu hadits tentang
suatu masalah, maka beliau menggunakan qiyas atau fikiran, sedangkan
imam yang lain mendapatkan hadits dalam masalah tersebut.

2.    Adakalanya seorang Imam mengeluarkan pendapatnya dari suatu hadits
atau riwayat yang dianggapnya shahih, padahal bagi yang lain  hadits itu
dianggap tidak shahih.

3.    Ada juga para imam itu tidak mendapatkan suatu hadits untuk suatu
masalah sehingga masing-masing menggunakan qiyas atau fikiran, sedang
dikemudian hari orang mendapatkan hadits itu.

4.    Pemikiran para imam dalam menimbang suatu masalah berbeda,
sehingga keputusannyapun berbeda.

Soal
Wajibkah Umat Islam Mengikut Satu Madzhab Tertentu?
Sering kali orang menanyakan madzhab yang dianut oleh orang lain, bahkan
kadang-kadang ditekankan bahwa wajib untuk mengikuti salah satu madzhab
tertentu. Di dalam Agama Islam tidak ada satupun dalil dari Allah dan
Rasul-Nya untuk mengikuti salah satu madzhab tertentu. Umat Islam hanya
diperintahkan untuk mengikuti kebenaran, sedangkan kebenaran hanya
terdapat dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi SAW...yang hanya faham quran  dan sunnah ..ulamak yg tinggi dan luas ilmu nya ada pon kita wajib lah bermazhab

No comments: